covid penularan melalui udara

COVID-19

Hubungi kami untuk survey hygiene di 150808  atau isi form online

Apakah virus corona bisa menyebar lewat udara?

Selama ini penelitian menunjukkan bahwa virus COVID-19 menyebar melalui media percikan (droplet) yang menempel pada benda atau berpindah melalui kontak langsung dengan pasien.

Percikan sendiri memiliki ukuran beragam. Pada umumnya percikan batuk atau bersin, berukuran 5-10 mikron (sekitar seukuran sel darah merah) dan dapat berpindah dalam jarak hingga 1 meter. Sedangkan percikan yang berukuran kurang dari 5 mikron, biasanya disebut aerosol. Karena ukurannya yang kecil dan ringan, aerosol dapat terbawa aliran udara hingga 50 meter dari sumbernya.

Benarkah COVID-19 menular lewat udara?

Penularan lewat udara (airborne) terjadi saat aerosol yang mengandung virus COVID-19 berterbangan di udara dan bertahan cukup lama sampai terhirup oleh orang sehat dan menjadikannya tertular. Dalam konteks pengobatan COVID-19, aerosol dari percikan pernapasan pasien dapat terjadi karena prosedur medis yang dilakukan dengan alat khusus di rumah sakit.

Sejauh ini penularan COVID-19 melalui udara menurut WHO belum terbukti secara nyata, mengingat belum adanya bukti kasus positif COVID-19 yang berasal dari penularan lewat udara. Namun demikian, terdapat klaster penularan diantara sekelompok orang yang berada di dalam satu ruangan tertutup dengan aktivitas berbicara, berteriak atau bernyanyi seperti di restoran, ruang kelas, tempat ibadah, atau tempat olahraga.

Meskipun membutuhkan studi lebih lanjut, hal ini mengindikasikan adanya kemungkinan COVID-19 menular lewat udara dalam bentuk aerosol dikombinasikan dengan penularan lewat percikan.

Sebagian besar tindakan desinfeksi virus COVID-19 yang ada selama ini lebih menekankan pada pembersihan permukaan benda dan menjaga kebersihan tangan. Namun studi dari WHO ini menandakan pentingnya untuk mengambil langkah antisipasi dengan melakukan pembersihan udara dari virus dan patogen berbahaya.